Hobi Kok Nyasar
March 20, 2009
Buat beberapa teman terdekat dan keluarga, pastilah mereka sudah tidak asing lagi dengan kelemahan saya yang satu ini. Hobi nyasar. Maksud saya, hobi sekali nyasar.
Bener deh, ga perduli sudah seberapa sering saya kesuatu tempat, tetap saja ada kemungkinan nyasar. Menyebalkan.
Sempat membaca. Menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Jerman dan pernah dimuat di Journal Intelligence, Secara genetis perempuan memang cenderung kurang baik melakukan beberapa hal dibandingkan laki-laki. Yaitu untuk urusan menyetir mobil dan parkir mobil (untuk kedua hal ini, rasanya saya tidak terlalu bermasalah, kecuali kalau kebut2an tanpa melihat spion sambil bedakan dan pake blush on itu masuk dalam kategori kegiatan membuat onar bukan bonus atraksi cantik dari kelihaian saya:P ) Lalu jurnal itu menyebutkan, perempuan juga kurang dalam hal kemampuan spatial, mengukur ruang dan bentuk. Ya, mungkin,bisa jadi. Saya jarang memperhatikan kemampuan saya untuk yang satu ini. Tapi kalau untuk satu hal lain yang disebutkan bahwa perempuan kurang bisa membaca peta dan menghafalkan arah. Wah, tentu saja saya sebagai pelaku nyata tak bisa mengelak lagi.
Saya memang kesulitan untuk memutuskan arah timur dan utara, bahkan untuk sekedar arah selatan yang sebenarnya di kota Jogja menjadi dimudahkan karena mengacu pada pantai Parangteritis atau arah utara yang mengacu pada arah gunung Merapi. Tapi tetap saja sedikitpun tidak membantu saya dalam menentukan arah suatu tempat. Hobi saya masih selalu sama, nyasar.
Bila saya datang kesuatu tempat dengan arah itu, pulangnya saya pasti lupa, meskipun jalannya tetap sama. Bila ada lebih dari 2 belokan. Saya mendadak tersergap pusing. Lalu memutuskan pulang sambil menelpon, membutuhkan bantuan dari seseorang yang lebih paham arah. Menyedihkan memang.
Saya sering sekali berputar2 disuatu tempat hanya karena tidak berhasil menemukan route yang benar. Pernah nyaris 45 menit waktu yang saya butuhkan dari rumah saya di Godean untuk sampai di jalan Parangteritis. Entah kenapa saya merasa harus melewati kantor saya dulu di Gayam sebelum kesana, meskipun sebenarnya tidak perlu. Dari gayam, saya ke jalan taman siswa, lalu bingung. Lupa harus belok kanan atau kiri. Hehe padahal sudah tahunan di jogja. Parah.
Pernah suatu saat, saya hendak pergi ke rumah Dita, teman saya, di daerah nitikan dari rumah saya di jalan godean. Boro2 nyampe rumah Dita, saya yang iseng mencoba route baru lewat ring road, sukses nyasar sampai jalan imogiri.
Kakak perempuan saya, pernah kesal bukan main, karena setelah beberapa kali mengantarnya ke kantornya yang didaerah Katamso, saya masih juga tidak berhasil menyetir sampai sana seorang diri. Lagi2 melewati route ring road itu lagi. Sampai2 saya harus berhenti dan menelpon menanyakan bantuan arah.
Ada apa ya dengan jalan di ring road itu, kenapa saya susah sekali menghapal jalan. Pagi ini saya ada jadwal siaran di Jogja TV, lokasinya di jalan wonosari. Tak ada yang aneh ataupun berbeda dengan jalannya. Tapi memang sih, saya sedikit melamun. Bukan keputusan yang benar sebenarnya, melamun sambil menyetir, apalagi saat sedang terburu-buru. Setelah belok kiri di jalan yang saya anggap jalan Wonosari, saya terlambat sekali menyadari keganjilan yang terjadi. Rasanya memang aneh sih, karena tidak seramai biasanya, lebih aneh lagi karena di kiri jalan tak saya temukan toko buah yang biasanya. Tak ada pom bensin juga. Jalan Imogiri no 148 menurut papan kecil yang terpampang di depan toko voucher seluller. Yeaaaa, lagi2 saya salah belok. SEBAL seolah2 tak ada sedikitpun pengertian bahwa saya sedang terburu-buru. Hiks. Saya putar balik mobil saya sambil tak sanggup lagi menahan diri untuk tidak berteriak. Sungguh mengesalkan sekali. Saya marah pada diri sendiri. Ingin menambah hormon testoteron tapi tidak tau warung mana yang jual.
ARRGH. Saya sungguh marah pada diri sendiri. Karena percuma saja kalau marah pada ring road. Ring road gak asik. WEK!!!
Entry Filed under: Uncategorized. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed




1.
gatz | March 21, 2009 at 5:28 pm
hahahaha..
kayaknya santi perlu begaul juga ma orang dishub Jogja khususnya tuh.
biar ngga nyasar melulu.
hehehehe…
regard’s
gatz
2.
fridaytosunday | March 28, 2009 at 4:20 pm
ckckckck…. ;D