Jaketmu.

June 6, 2009 at 1:09 am Leave a comment

Malam yang merajai semesta,
Jangan mendongak.
Tak akan lebih dari 5 menit aku menyandramu.
Sebentar saja janjiku.

Begini,
Malam yang tak pernah sepi oleh pesona.
Aku mohon.
Tolong cukupkan dingin yang kau selimuti di sekujurnya.
Sudah menggigil ia.
Baru saja dinyalakan sebatang rokok agar terusir udara yang menggigit sendi tulangnya.
Usaha terbaik menurutnya.

Malam yang meruntuhkan sempurna cahaya,
Masih jauh perjalanannya.
Jadi bersahabatlah dengannya.
Bila untuk itu kau mau aku bersimpuh,
Akan kukerjakan.

Dimana kau letakkan pengatur suhu udaramu, Wahai Malam sahabat pecinta surga.
Ingin kupinjam dan kumainkan agar terasa hangat sedikit saja.

Maaf bila aku banyak meminta,
Semoga lain waktu ku tak lagi datang merengek padamu.
Karena sudah kubilang padanya,
“Besok lagi, Jangan lupakan Jaketmu”

Berdoalah agar ia selalu ingat 🙂

Advertisements

Entry filed under: Uncategorized.

Lelaki Kesayanganku dan Lelaki Kesayanganmu Sekedar waktu yang tak pernah sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


warna-warniku

yang menghampiri

  • 41,080 pasang kaki

%d bloggers like this: